Jati
Diri Wanita Muslimah ,Seperti Apa ?
Assalamualaikum Wr.Wb,
Wahai
Sahabatku yang beriman tentu kita semua ingin tahu bagaimana jati diri wanita
muslimah yang sesungguhnya.Apakah wanita muslimah itu adalah wanita yang lemah
lembut,pendiam,sering pergi ke masjid,rajin membaca Al-Qur’an.Yak…itu adalah salah satu dari ciri-ciri wanita tetapi
itu semua belum cukup untuk menunjukkan jati diri seorang muslimah.Lalu
bagaimana Jati Diri seorang Muslimah ?
Nah,kali
ini saya akan berbagi kepada sahabat-sahabat sekalian tentang bagaimana cara
menjadi wanita Muslimah menurut Islam dan tentunya syar’i sob..
Trus..kalo
sahabat bertanya Mengapa kita harus menjadi seorang wanita Muslimah sejati.Saya
akan menjelaskan Mengapa..,Pertama,islam telah mengatur kehidupan seorang wanita agar hidup untuk menjadi Wanita yang
mulia,dan terlidungi keberadaanya dimanapun ia berada.Islam juga telah
memposisikan wanita ditempat yang terhormat,baik dikeluarga,masyarakat mapun
Negara.Di lingkungan keluarga ,wanita sebagai seorang ibu,istri sekaligus
pengurus rumah tangga.D ilingkungan masyarakat,wanita merupakan anggota yang
tidka dapat dikesampingkan karenaa dia merupakan pencetak dan pembentuk
generai.Sedangkan di lingkup Negara,wanita merupakan tiang Negara,yang apabila
rapuh maka Negara tidak akan dapat berdiri tegak.
Pertama-tama
saya akan menjelaskan bagaimana seseorang Muslimah berhubungan dengan Rabbnya.
Mukminah
Yang Senantiasa Sadar
Satu hal yang
membedakan wanita Muslimah dengan yang lain,ialah imannya yang mendalam kepada
Allah dan keyakinannya bahwa apa pun peristiwa yang terjadi di ala mini dan apa
pun yang terjadi pada diri manusia adalah berkat qadha’ dan takdir Allah.Dia yakin
bahwa apa yang menimpa manusia bukan untuk membuatnya merasa bersalah,dan
kesalahan yang dilakukannya bukan dimaksudkan untuk menimpakan musibah
kepadanya.Kewajiban yang harus dilakukan manusia dalam kehidupan ini ialah
berusaha meniti jalan kebaikan,mencari faktor-faktor yang bisa mendatangkan
amal shalih,apakah itu dalam masalah agamanya maupun dunianya,sambil bertawakal
dengan sebenar-benarnya tawakal kepada Allah,pasrah kepada urusan-Nya,yakin
bahwa dia senantiasa membutuhkan pertolongan,bimbingan dan ridha-Nya.
Beribadah
kepada Rabbnya
Wanita Muslimah yang
lurus harus beribadah kepada Rabb-nya dengan semangat yang tinggi,karena dia
mengetahui bahwa dia diberi kewajiban untuk melakasanakan amalan-amalan yang
sudah diatur syariat dan diwajibkan Allah terhadap setiap orang Muslim dan
Muslimah.Maka sudah barang tentu dia harus melaksanakan kewajiban-kewajiban
Islam dan rukun-rukunnya dengan cara yang baik,tidak memilih-milih jenis
ringan,tidak meremehkan dan tidak pula berlebih-lebihan.
Mendirikan
Shalat Lima Waktu
Wanita Muslimah harus
mendirikan shalat 5 waktu,dan di wajibkan meninggalkan shalat jika Ia sedang
menstruasi.Sudah barang tentu seorang Muslimah tidak boleh meninggalkan shalat
seenak hatinya meskipun Ia berasal dari keluarga kaya atau miskin ,atau
sederhana semuanya harus mengerjakan shalat lima waktu.Saya mempunyai cerita
tentang seoarang teman yang berasal dari keluarga kaya,hidupnya serba
mewah,semua hal yang diinginkannya dapat terpenuhi dengan mudahnya,sebab ibunya sangat
memanjakannya.Terkadang apabila telah datang waktu shalat ia mengulur-ngulur
waktu ,hingga waktu shalat pun habis.Saya pikir harta dapat membuat kita lupa
akan Allah,maka beruntunglah kita,apabila kita hidup dalam kesederhanaan,Namun
Tuhan tetap memberikan hidayah-Nya kepada kita agar kita tidak pernah lupa
Kepada-Nya.
Rasulullah SAW
bersabda ketika ditanya oleh Abdulllah
bin Mas’ud RA.Ia bertanya Amalan apakah yang paling utama,Rasulullah menjawab :
1. Shalat
pada waktunya
2. Berbakti
kepada kedua orang tua
3. Jihad
di jalan Allah.(Akan di bahas pada artikel selanjutnya)
Yang
demikian itu,karena shalat merupakan hubungan antara hamba dan Rabb-nya,suber
yang melimpah airnya, yang dari sumber inilah manusia bisa menciduk
kekuatan,ketabahan hati,rahmat dan keridhaan,yang dengan airnya itu dia bisa
membersihkan noda,dosa dan kesalahan-kesalahannya.
Dari
Jabir RA,dia berkata Rasulullah SAW bersabda,
“Perumpamaan shalat lima waktu
ialah seperti sebuah sungai yang melimpah airnya mengalir di ambang pintu salah
seoarang diantara kalian,dia bisa mandi di dalamnya lima kali setiap hari.” (Diriwayatkan
Muslim)
Shalat
merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.Mereka bisa
berlindung di bawah naungannya lima kali setiap hari,tanpa harus membayar
sepersen pun untuk beribadah kepada Allah sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang,Kita bisa berkeluh kesah setiap selesai shalat,memohon
pertolongan,meminta rahmat,hidayah dan ampunan dosa ,begitulah hubungan seorang
wanita maupun laki-laki kepada Rabb-nya.Maka tidak heran jika shalat merupakan
sesuatu yang mensucikan diri orang yang melaksanakannya,Shalat juga
menghindarkan kita dari perbuatan maksiat.
Berkaitan
dengan mengikuti shalat berjamaah di Masjid,Islam memperbolehkan wanita shalat
berjamaah di Masjid,Namun lebih baik apabila dikerjakan dirumah.Karena wanita
harus mengurus pekerjaan rumah tangga,serta anaknya.Namun apabila kita sebagai
remaja,alangkah lebih baik apabila kita shalat secara berjama’ah karena Allah.Tidak
boleh kita melaksanakan suatu amalan tanpa dilandasi ikhlas karena Allah,karena
semua itu akan sia-sia saja.Tentu saja kita tidak mau amalan yang kita lakukan
sia-sia bukan? Oleh sebab itu,Beramalah ikhlas karena Allah Ta’ala.Ok sob..
Menghadiri
Shalat Id
Islam memuliakan wanita
,sebagaimana laki-laki dengan
menjadikannya sebagai seornag mukallaf dalam beribadah kepada Allah,menganjurkannya
untuk menghadiri pertemuan umum dalam Idul Fitri dan Idul Adha,ikut
mengharapkan barakah kebaikan dan berdooa.Kita mendapatkan anjuran ini dalam
berbagai hadits di dalam Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim.Di dalam
hadits-hadits ini Rasulullah SAW,memerintahkan agara mengeluarkan para wanita
seluruhnya,untuk menghadiri pertemuan-pertemuan itu.Mau itu nenek-nenek,anak
kecil,Remaja,ABG,semua diperintahkan berkumpul untuk sama-sama melaksanakan
shalat Id.Oh iya sob ..ada cerita nih..sewaktu selesai shalat Id Rasulullah
menemui jamaah wanita dan menyuruh Bilal untuk membentangkan kainnya,seraya
pada saat itu jamaah wanita melempar harta yang di bawa mereka,apapun yang
mereka miliki saat itu dibawa entah itu cincin ,kalung dsb.Wah ..kalau kamu gimana
sob rela nggak ngorbanin kalung buat disedekahin ? Masih sayang ya?Makanya
besuk kalau shalat Id jangan lupa membawa uang ya ,seikhlasnya….
Shalat
Sunat Rawatib dan Nawafil
Wanita Muslimah yang
lurus tidak cukup hanya melaksanakan shalat lima waktu,tetapi selayaknya dia
juga melaksanakan shalat-shalat sunat
Rawatib (shalat-shalat sunat yang mengikuti shalat fardhu) dan
Nawafil(shalat-shalat sunat selain Rawatib),sesuai dengan kesempatan dan
kesanggupannya,seperti shalat Dhuha dan shalat Tahajud.Sebab Shalat sunat ini
dapat mendekatkan hamba kepada Rabb-nya sob,mendatangkan kecintaan Allah dan
ridha-Nya,menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih ,taat dan beruntung
.Tidak ada yang lebih pas untuk menunjukkan seberapa besar martabat yang
dicapai seorang hamba Mukmin karena banyak taqarrub kepada Allah dengan melaksanakan
shalat-shalat Nafilah.Allah berfirman,
“Hamba-Ku
senantiasa mendekat kepada-Ku dengan melaksanakan shalat-shalat Nafilah hingga
Aku mencintainya.Jika aku sudah mencintainya,maka Aku menjadi pendengarannya
yang dengannya dia mendengar,aku menjadi penglihatnnya yang dengannya dia
melihat,Aku menjadi tangannya yang dengannya dia bertindak,Aku menjadi kakinya
yang dengannya dia berjalan.Jika dia meminta kepada-Ku,maka Aku benar-benar akan
memberinya dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku,maka Aku benar-benar
akan melindunginya.”
(Diriwayatkan Al-Bukhary)
So...tunggu apalagi sob
..kalau mau di sayang sama Allah caranya mendekatkan diri yang melakukan banyak
shalat sunat.Dijamin hati akan tentram dan tidak gelisah lagi.
Membaguskan
Pelaksanaan Shalat
Sob ..pernah ngerasain
nggak sih?kalau shalat nggak bisa
khusyu’,kalau pernah saya akan berbagi tips atau cara bagaimana shalat supaya
bisa khusyu’.Saya biasanya mengikuti banyak pengajian ,dan di pengajian itu
adakala membahas bagaimana caranya shalat biar khusyu’.Pertama saya mengikuti
pengajian ustad syaiful ,dari Bojonegoro ya iyalah secara saya dari
Bojonegoro.hehe..
Ø Beliau
bilang kalau kita shalat itu niat tidak perlu di ucapkan dengan mulut
,diucapkan dalam hati dengan satu tarikan nafas sambil takbir,jadi niat dalam
hati trus tarik nafas abis itu takbir.Semua dilakukan harus benar-benar
melupakan masalah yang sedang dipikirkan sehingga waktu shalat tidak boleh
memikirkan apa-apa lagi. Gerakan shalat harus dilakukan dengan yakin dan penuh
dengan kesungguhan.Begitulah cara ustad Saiful mengajari saya.
Yang
kedua dari Bapak Jalaludin,Beliau adalah guru agama saya di SMASA ,beliau
memang sudah tidak mengajar lagi ,Namun beliau masih mengajar BTA di sekolah
setiap hari jum’at sore.
Beliau
sih nggak ngasih tips hanya saja beliau bilang memang sulit bagi kita untuk
khusu’ karena kita makhluk hidup yang berpikir.Haduh ,terkadang saya bingung
sama hidup ini masak begitu..nggak bisa khusu’.Tapi jangan khawatir sob..ada
kok caranya,tapi sebelumnya mau ngasih tau temen-temen,walaupun nggak bisa khusu’dalam shalat tapi kita nggak boleh
merubah gerakan shalat seenak hati yang penting bisa khusu’.Haduh itu akan
menimbulkan aliran sesat sob…Pernah denger aliran Dharma Gandul itu kan cara
shalatnya beda kayak kita pada umunya ,dia bilang sih caranya itu bikin
khusu’.Oh iya kalau kalian mengikuti pencak silat,pasti diajari
meditasi,pembinaan atau apa ajalah .Kalau pelatihnya gerakan-gerakan itu sama
dengan shalat .Aduh jangan dipercaya ya sob..salah besar nggak boleh itu.Shalat
gerakannya sudah ada aturannya secara syar’I ,tidak boleh dirubah-rubah lagi
.Ok!
Trus
cara gimana dong???Caranya cumak satu Sob..kalian harus hafal bagaimana arti
bacaan shalat dengan begitu kalian bisa khusu’dalam shalat.Dengan kita paham
makna atau arti bacaan shalat maka kita tahu apa yang sedang kita ucapkan
,dengan melantukan maknanya dalam hati.Jadi ceper-cepet beli buku panduan
shalat lagi ya Sob…Oh ya ada yang kurang dalam shalat tidak boleh mengucapkan
sepatah kata pun selain bacaan shalat..tapi boleh kalau mengucapkan kata
Allah.Jadi sobat ngucapin kata lain aja bisa batal deh shalatnya.
Setelah
shalat seorang wanita Muslimah nggak boleh langsung ngacir pergi ,melipat
mukena ya…setelah shalat itu sunatnya seorang Muslimah berdzikir kepada Allah
.Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa
bertasbih kepada Allah setiap kali shalat sebanyak 33 kali,bertahmid kepada
Allah sebanyak 30 kali,bertakbir kepada Allah sebanyak 30 kali,yang jumlahnya
ada 99 kali ,dan mengucapkan kelengkapan seratusnya,”Tida Ilah selain Allah
semata,yang tiada sekutu bagi-Nya,kepunyaan-Nya kerajaan dan kepunyaan-Nya
pujian,dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu’,maka kesalahan-kesalahannya
diampuni,sekalipun seperti buih lautan”.(Diriwayatkan Muslim).
Mengeluarkan
Zakat Mal
Wanita Muslimah harus
mengeluarkan zakat mal (harta kekayaan) jika dia mempunyai harta yag
banyak.Setiap tahun dia harus menghitung kekayaannya dengan batas-batas waktu
yang jelas dan jumlah yang detail,lalu mengeluarkan apa yang harus dia
keluarkan dari harta itu,dengan tetap memegang amanat dan penuh tanggung
jawab.Sebab zakat termasuk salah satu rukun Islam,yang tidak boleh dianggap
remeh dan tidak ada keringanan untuk jumlah yang harus dikeluarkannya setiap
tahun,sekalipun jumlahnnya mencapai ribuan atau jutaan.Dia tidak boleh berpikir
untuk lari dari kewajiban mengeluarkan zakat ini.Jadi untuk sobat,yang
pendapatannya lebih harus menyumbangkan hartanya untuk yang membtuhkan,sebab
harta itu bukan milik anda Ok?
Harta itu adalah
titipan dari Allah,wajib bagi kita untuk mengeluarkan sebagian uang kita bagi
orang yang benar-benar membutuhkan.
Kalau sobat Tanya
gimana dalilnya ada kok..
“Orang-orang beriman
dan menunaikan zakat.”(Al-Maidah:55).
“Dan,dirikanlah shalat
dan tunaikanlah zakat.”(Al-Baqarah:43)
“Dan,mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat.”(Al-Baqarah:277)
Meskipun mencari Nafkah
itu kewajiban seorang laki-laki.Kalau kita Muslimah punya uang tunggu apalagi.
Berpuasa
pada Bulan Ramadhan dan Mendirikan Shalat Malam
Wanita
Muslimah adalah orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan yang jiwanya
ditaburi iman.Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa
berpuasa bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah,maka dosa-dosanya
yang telah lampau diampuni.”(Muttaqaf Alaihi)
Seorang
Muslimah juga memperhatikan akhlak-akhlak orang yang sedang berpuasa,menjaga
lidah,pandangan mata dan anggota badannya dari hal-hal yang dapat mengotori
puasanya atau mengurangi pahalanya.Jiaka menghadapi perselisihan,percekcokan
atau hiruk pikuk,maka dia langsung bertindak menurut petunjuk Nabi SAW,apa yang
seharusnya dilakukan orang yang sedang berpuasa.Sabda beliau,
“Pada hari saat salah
seorang diantara kalian berpuasa,maka janganlah dia berkata kotor dan
berteriak-teriak.Jika dia dicaci atau diajak bertengkar seseorang,maka
hendaklah dia berkata,”Aku sedang berpuasa”.(Muttafaq
Alaihi)
Bicara
tentang puasa,memang sangat tidak asing lagi bagi kita yang selalu mengerjakan
ibadah puasa.Karena memang berpuasa itu sangat nikmat.Mungkin ada banyak dan
wanita islam yang belum atau tidak bisa mengerjakan puasa,dengan alasan sakit
atau terkena lambung kronis.Jika memang seperti itu keadaannya ,saya sarankan
anda harus melakukan pemulihan terhadap penyakit anda,anda harus berusaha
sekuat tenaga.Tidak mungkin hanya dengan berpuasa Anda bisa mati,percayalah Allah maha pengasih
lagi Maha Penyayang.Allah akan memberikan kesembuhan bagi Anda.Asalkan anda mau
berusaha.
Berpuasa
Sunat
Wanita
Muslimah yang bertakwa juga melakukan puasa diluar bulan Ramadhan,jika memang
puasa itu tidak memberatkannya,seperti puasa Arafah,Asyura’,hari kesembilan
bulan Muharram.Berpuasa pada har-hari ini dan juga pada hari-hari lain yang
memang sudah ditetapkan syariat,termasuk amal shalih yang bisa menghapus
kesalahan seperti yang dikabarkan Rasulullah SAW.
Dari
Abu Qatadah RA,dia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari
Arafah.Maka beliau menjawab,
“Puasa
itu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun berikutnya.”(Diriwayatkan
Muslim)
Wah..siapa
yang nggak seneng kalo dosa-dosanya setahun yang lalu dan setahun selanjutkan
akan terhapus.Eit..tapi bukan berarti kita bebas untuk melakukan dosa
ya..Justru jika kalian melakukan dosa maka,iman kalian masih belum sempurna,Mau
jadi wanita Muslimah nggak??
Terus
ada juga nih Puasa Hari Asyura’ Puasa ini menghapus dosa setahun yang
lampau.(HR.Muslim)
Ada
lagi nih,Dari Ibnu Abbas RA,dia berkata,Rasulullah SAW bersabda,”Andaikan aku
masih hidup hingga tahun depan,aku benar-benar akan puasa pada tanggal
Sembilan.”(HR.Muslim)
Begitu
pula puasa enam hari dari bulan Syawwal.Berkaitan dengan keutamaan puasa
ini,beliau bersabda,
“Barang
siapa berpuasa Ramadhan kemudian menyusulinya enam hari dari Syawwal,maka itu
seperti puasa setahun penuh.”(HR.Muslim)
Rasulullah
juga pernah berwasiat tiga perkara:Puasa tiga hari dari setiap bulan,sua rakaat
shalat dhuha,dan shalat witir sebelum tidur.”(Muttafaq Alaihi).
Menunaikan
Haji di Baitullah Al-Haram
Wanita Muslimah yang
sadar ialah yang selalu memperhatikan petunjuk agamanya.Dia menunaikan haji ke
Baitullah Al-Haram jika ada kesanggupann ke sana dan ada faktor-faktor yang
mendukungnya untuk mengdakan perjalanan,sesuai dengan ketentuan syariat.Sebelum
berangkat dia bisa mempersiapkan diri dengan mempelajari hukum-hukum haji
secara benar dna teun.Sehingga tatkala benar-benar sudah melaksankan mansik
haji,dia dapat melaksanakannya dengan baik dan benar serta penuh
penghayatan,hajinya benar,sempurna dengan memenuhi syarat-syaratnya dan dpat
menempatkan dirinya pada kedudukan jihad seperti yang dilakukan kaum
laki-laki,sebagaimana yang telah dilakukan kaum laki-laki,sebagaimana yang
telah dikabarkan Rasulullah SAW,
Dari Aisyah
Ummul-Mukminin Radhiyallahu Anhu,dia berkata,”Aku bertanya ,”Wahai
Rasulullah,Apakah kami tidak perlu berperang dan berjihad bersama-sama kalian?”
Beliau
menjawab,”Kalian mempunyai sesuatu yang lebih baik dan lebih indah daripada
jihad,yaitu haji,haji yang mabrur.”
Melaksanakan
Umrah
Sob…memang
melaksanakan haji sama umrah itu nggak gratis alias butuh besar untuk
melaksanakannya.Tapi kalau sobat udah niat nih..apa sih yang nggak bisa,semua
pasti bisa.Ada cerita nih..aku punya temen ,aku sebutin namanya ya..namanya itu
Amrina dia tahun ini ikut Umrah,Hebat banget padahal baru kelas 2 SMA udah
Umrah yang kayak gini emang harus di iri sob..dengan kita suatu saat kita akan
terpacu untuk bisa seperti dia.Tapi niatnya karena Allah ya..bukan karena
riya’..
Menaati
Perintah Rabb
Wanita Muslimah yang
sadar tidak boleh lalai bahwa dia dibebani berbagai kewajiban syariat yang
diperintahkan Allah kepadanya.Kedudukannya dalam hal ini sama dengan kaum
laki-laki ,tidak ada perbedaan di antara keduanya kecuali dalam masalah-masalah
yang secara khusus memang diperuntukkan bagi wanita ,bukan bagi kaum laki-laki
atau dikhususkan bagi kaum laki-laki dan wanita mempunyai tanggung jawab yang
sama dihadapan Allah.Firman-Nya,
“Sesungguhnya
laki-laki dan wanita yang Muslim,laki-laki dan wanita yang Mukmin yang tetap
dalam ketaatannya,laki-laki dan wnaita yang benar,laki-laki dan wanita yang
sabar,laki-laki dn wanita yang khusyu’,laki-laki dan wanita yang bershadaqah
,laki-laki dan wanita yang berpuasa,laki-laki dan wanita yang memelihara
kehormatannya,laki-laki dna wanita yang menyebut nama Allah,Allah telah
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(Al-Ahzab:35)
Inget ya Sob ..semua
amal perbuatan kita itu dipertanggung jawabkan di Akhirat nanti.
Ingat..ingat..
Oh ya sob..saya punya
cerita nih..Dulu waktu zaman Rasulullah,ada seorang gadis cantik namanya
Zainab,Nah Rasulullah dapat wahyu yang berisi tentang perintah untuk menikahkan
Si Zainab dengan anak angkatnya Zaid bin Haritsah ,yang namanya zaid kan mantan
budak yang udah dimerdekakan oleh Rasulullah.Ya tau sendirilah kalau di
Film-Film yang namanya budak itu item jelek,nggak ganteng lah
pokoknya.Rasulullah sebenernya sungkan juga soalnya kasihan si
perempuannya.Trus Zainab bilang ke Rasul,Ya Rasulullah saya tidak mau menikah
dengan Zaid.Yah.tapi mau bagaimana lagi Rasulullah hanya terdiam,akhirnya
Zainab mau deh..Tau kalau cinta Zaid bertepuk sebelah tangan Zaid langsung
menceraikan Zainab.Trus turun ayat perintah untuk menikahi Zainab.Rasulullah
sebenernya kaget sekaligus sungkan ,soalnya mantan istri anak angkatnya
sendiri.Akhirnya Rasulullah pun mematuhi perintah Allah,dengan menikahi
Zainab.Zainab senengnya minta ampun….
Tujuan dari perintah
itu adalah :
1.
Untuk menciptakan persamaan hak secara
utuh diantara manusia dengan adanya pernikahan seorang gadis Quriasy yang
cantik dengan keturuna Abdi Syams,putrid bibi Rasulullah SAW,dengan seorang
hamba sahaya.Padahal yang namanya hamba sahaya mendudui tingkatan yang jauh
lebih rendah dari pada para bangsawan.Jurang erbedaan antara keduanya tidak
bisa di tembus dan dienyahkan kecuali dengan tindkan nyata dari Rasulullah
SAW,dengan cara menyatakannya kepada khalayak.Dengan cara ini masyarakat Muslim
bisa mengambil pelajaran dan perbedan itu pun bisa dienyahkan,sehingga tidak ada
keutamaan diantara manusia kecuali dengan takwa.
2.
Menggugurkan tradisi anak angkat yang
berlau sebelumnya di masyarakt Jahiliyah,lewat pernikahannya dengan Zainab,yang
sebelumnya menjadi istri anak angkat beliau Zaid bin Hatsah,dengan menghadirkan
bukti praktis,bahwa andaikan Zaid benar-benar anak beliau ,tentunya pernikahan
beliau dengan Zainab tidak terjadi kecuali atas perintah Allah,yang dinyatakan
di dalam Al-Qur’an.
Tidak
Berkhalwat dengan Ajnaby (Laki-Laki Non Mahram)
Ketaatan kepada Allah
dan Rasul-Nya tak akan terwujud kecuali dengan mengikuti perintah dna menjauhi
larangan-Nya.Di antara bentuk ketaatan wanita Muslimah kepada Allah dan
Rasulnya ialah tidak berkhalwat (berkumpul menyendiri)dengan seorang laki-laki
lain mahram.Sebab hal ini diharamkan menurut pendapat ulama,yang didasarkan
kepada sabda Rasulillah SAW.
“Janganlah sekali-kali
laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dia disertai mahramnya,dan
janganlah wanita bepergian kecuali disertai mahramnya”.Ada seorang laki-laki
yang berdiri dan berkata,”Wahai Rasulullah ,sesungguhnya istriku hendak pergi
untuk haji,padahal aku sudah berketetapan untuk ikut dalam perang ini dan
tu.”Beliau bersabda,”Pergilah dan tunaikanlah haji bersama isrtimu.”(HR.Muslim)
Oke..sekarang kita
sudah tahu kan bahwa berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan muhrim haram
hukumnya artinya apabila dilakukan ,maka pelakunya dinyatakan berdosa…
Memakai
Hijab Yang Sesuai dengan Ketentuan Syariat
Wanita Muslimah
mengenakan hijab yang sesuai dnegan ketentuan syariat saat keluar rumah,yaitu
pakaian islami,yang batasan-batasannya sudah ditetapkan nash dalam kitab Allah
dan sunnah Rasul-Nya.Dia juga tidak boleh keluar dari rumah atau menampakkan
diri di hadapan laki-laki lain yang bukan mahramnya dalam keadaan bersolek dan
memakai wewangian.Dia tidak melakukan hal-hal ini karena mengetahui bahwa semua
itu haram berdasarkan nash Al-Qur’an yang pasti maknanya,
“Katakanlah
kepada wanita yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya,dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali
yang biasa Nampak dari padanya.Dan,hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke
dadanya,dan janganlah menampkkan perhiasannya,kecuali kepada suami mereka,atau
ayah mereka,atau ayah suami mereka,atau putra-putra mereka,atau putra-putra
suami mereka atau saudara-saudara mereka,atau putra-putra saudara perempuan
mereka,atau wanita - wanita Islam,atau budak-budakyang mereka miliki,atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita),atau
anak-anak yang belum mengertia aurat wanita.Dan,janganlah mereka memukulkan
kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan,bertaubatlah kamu
sekalian kepada Allah,hai orang-orang yang beriman supaya kalian
beruntung.”(An-Nur:31)
Sobat pasti udah tau
kalau batasan aurat itu seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
.So,selain muka dan telapak tangan nggak boleh kelihatan ya..Oh ya telapak
tangan (atau pergelangan tangan).Sob tau nggak sih,kalau satu helai saja rambut kita kelihatan maka sama
dengan 1000 tahun neraka.Hi…ngeri kan,nggak percaya ya??
Jadi buat kalian yang
sudah baligh buru-buru deh menutup aurat kalian,dengan berpakaian menggunkan
khimar(atau baju yang memanjang hingga kaki yang menutup seluruh bagian
tubuh),Istilah ini kalau diarab disebut juga jilbab sob.Jadi kalau diIndonesia
menyebut kerudung itu jilbab ,pernyataan yang salah ya…
Sob,tahu nggak apa yang
membedakan wanita muslimah dengan wanita beragama islam tapi nggak muslimah dan
non islam.Bedanya kalau wanita muslimah terbungkus dengan rapid an bisa
dibilang masih higinis.Tapi yang lain terbuka alias tak terbungkus dan tidak
higinis ,ya gitulah perumpamaannya.Kebiasaan masyarakat modern yang mmembiarkan
para wanita berpakaian secara bebas dan
buka-bukaan,merupakan bukti penyimpangan mereka dari petunjuk Allah,bukan saja
di Negara Islam tapi juga di Negara manapun di dunia ini.Kita tidak ter;alu
heran jika orang-orang Barat tidak peduli terhadap penyimpangan ini,tak ambil
pusing dengan munculnyya berbagai model pakaian yang memamerkan aurat wanita
karena memang mereka tidak peduli terhadap penyimpangan ini,tak ambil pusing
dengan munculnya berbagai model pakaian yang memamerkan aurat wanita ,karena
memang mereka tidak mendapatkan tatanan yang pasti dalam kita senantiasa
membaca kitab Allah yang asli dan tanpa ada penyimpangan atau perubahan
didalamnya,tidak boleh tinggal diam terhadap penyimpangan ini.Tidak boleh ada
kelalaian,kelemahan dan peremehan yang membungkus hakikat agama mereka.Sebab
berbagai nansh yang kongkrit maknanya di dalam Kitab Allah dan Sunnah
Rasul-Nya,senantiasa mengetuk telinga mereka,member ancaman terhadap
orang-orang yang menyalahi peringatan Allah dan Rasul-Nya,memperingatkan akan
munculnya cobaan terhadap mereka di dunia dan siksaan yang pedih di akhirat.
Gimana Sob..kalian mau
nggak disiksan dunia akhirat untuk mendapatkan peringatan dari
Allah,Sob..jangan pikir panjang lagi ya untuk mematuhi aturan Allah.Allah
sayang kalian,tunjukkan kepatuhan kalian kepada Allah.
Tidak
Bercampur dengan Kaum Laki-laki Secara Bebas
Di
zaman yang serba bebas ini,mungkin sulit untuk kita agar tidak berbaur dengan
Laki-laki .Karena memang benar tidak aturan yang mengatakan bahwa laki-laki dan
perempuan tidak boleh bercampur baur di Indonesia.Padahal aturan islam
jelas,mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur baur.Bisa
kita lihat saat dalam sebuah majelis Rasulullah mencontohkan agar tempat antara
laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan sekat.Bahkan dalam hal apapun kecuali
kegiatan jual beli.
Tidak
Berjabat Tangan dengan Laki-laki Yang Bukan Mahranya
Ini dia yang sering
membuat saya ragu,apakah boleh seorang wanita berjabat tangan dengan seorang
laki-laki yang bukan mahramnya.Ternyata memang tidak boleh.Karena Rasulullah
ketika ditemui oleh para wanita yang ingin masuk islam,atau ingin di baiat
.Rasulullah sama sekali tidak menyentuh tangan mereka untuk berjabat tangan kata
Aisyah RA.
Tidak
Berpergian kecuali Disertai Mahram
Seorang
wanita Muslimah tidak boleh berpergian tanpa disertai Mahramnya ,karena
ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan demi keselematan
jiwanya.Oleh sebab itu Sobat ,kalau ingin berpergian harus didampingi orang tua
atau teman ya..
Ridha
terhadap Qadha Allah dan Qadar-Nya
Wanita
Muslimah yang menaati perintah Rabb-nya tentu ridha terhadap qadha’dan
qadar-Nya.Sebab keridhaan ini termasuk tanda iman,takwa dan ketaatan yang
paling besar pada diri manusia.Berangkat dari sini,wanita Muslimah yang
menyadari petunjuk agamanya tentu selalu ridha terhadap apa pun yang terjadi
dalam hidupnya,yang baik maupun yang buruk.Sebab keridhaan ini merupakan
kebaikan baginya,dalam keadaan bagaimana pun,sebagaimana yang dijelaskan
Rasulullah SAW dalam sabdanya,
“Sungguh menabjubkan urusan orang
Muslim,Sesungguhnya semua urusannya adalah baik.Jika mendapat kelapangan,maka
dia bersyukur,maka itu menjadi kebaikan baginya,dan ditimpa kesempitan,maka dia
bersabar,dan itu menjadi kebaikan baginya.”(HR.Al-Bukhory)
Dengan
ketegaran hatinya wanita Muslimahh benar-benar yakin bahwa apa yang menimpa
dirinya dalam kehidupan ini bukan untuk mengangapnya berbuat salah dan
kesalahan yang dilakukannya bukan untuk menimpakan musibah kepadanya.Segala
sesuatu berdasarkan qadha’dan qadar.Karena itu semua urusannya adalah baik.Jika
dia mendapat kebaikan dan kelapangan,lidahnya berkomat-kamit mengucap syukur
kepada Ilah yang Maha Pemberi nikmat dan Maha Pengasih,sehingga dia termasuk
mereka yang bersyukur,dan jika ditimpa kesempitan,dia bersabar,hingga dia
termasuk mereka yang bersabar.
Dengan
iman yang mantap dan mendalam ini wanita Muslimah akan menjadi orang yang tabah
dalam menghadapi berbagai benturan dan rintangan,menerimanya dengan jiwa yang
tenang,ridha terhadap qadha’ dan qadar Allah,memohon pertolongan untuk tetap
tabah dan sabar,lidahnya tidak berhenti mengucapakan syukur terhadap ketentuan
Allah.
Kembali
kepada Allah
Adakalanya wanita
Muslimah diselubungi kelalaian,sehingga pijakan kakinya terpeleset dan
mengabaikan pelaksanaan perintah Rabb-nya,yang sama sekali tidak sesuai dengan
jati dirinya sebagai wanita Muslimah yang sada.Tetapi kelalaian ini tidak
bertahan lama.Secepat itu pula dia sadar dari kelalaian .lalu memohon ampunan
kepada Allah dari kelalaian,lalu memohon ampunan kepada Allah dari
kelalaiannya, kembali ke rengkuhan iman dan jati dirinya.
“Sesunggunya orang-orang yang bertakwa bla mereka ditimpa was-was dari
syetan ,mereka ingat kepada Allah ,maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”(QS;Al-A’raf:20)
Kelalaian tidak mampu
menguasai hati yang di dalamnya masih terdapat kehangatan iman.kelalaian bisa
menguasai hati yang memang lalai,fisik dan durhaka.Hati wanita Muslimah yang
bertakwa dan sadar akan selalu terbuka untuk menerima petunjuk dan
ketaatan,menjadi tenang jika bertaubat dan memohon ampunan.
Merasa
Bertanggung jawab terhadap Anggota Keluarganya
Tanggung jawab wanita
Muslimah terhadap anggota keluarganya tidak kalah sedikit di hadapan Allah dari
pada tanggung jawab kaum laki-laki.Bahkan adakalanya tanggung jawab wanita
lebih besar dari pada tanggung jawab laki-laki,karena dialah yang bisa
mengetahui relung-relung hati anak-anaknbya,yang senantiasa hidup di sisinya
sekian lama,sehingga anak-anaknya juga lebih mengetahui seluk beluk ibunya dari
pada pengetahuan mereka terhadap ayahnya.Wanita Muslimah yang sadar merasakan
tanggung jawab ini setiap kali dia mendengar sabda Rasulullah SAW,
“Setiap
orang di antara kalian adalah pemimpin dan setiap orang di antara kalian
bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya ,Imam adalah pemimpin dan
bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya.Laki-Laki adalah pemimpin di dalam
keluarganya dan bbertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya.Wanita adalah
pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang
dipimpinya.Pembantu adalah pemimpin ditengah harta tuannya dan bertanggung
jawab terhadap apa yang dipimpinnya.Setiap orang di antara kalian adalah
pemimpin dan betanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.”(Muttaqaf
Alaihi)
Minatnya
Adalah Ridha Allah
Wanita
Muslimah yang sebenarnya senantiasa mencari ridha Allah dalam setiap amalnya
dan menimbangnya dengan timbangan yang detail.Selagi suatu amal diridhai Allah
menurut tmbangannbya ini,maka dia mengerjakannya ,dan selagi tudak diridhai
Allah ,maka dia berpaling darinya dan membencinya.
Jika
terjadi pertentangan dalam dirinya antaar apa
yang diridhai Allah dan diridhai manusia,maka tanpa ragu-rahu tanppa
sakwasangka dia memilih apa yang diridhai Allah,sekalipun mungkin pilihannya
memancing kebencian manusia.
Karena
dengan kesadaran keislamanya yang mendalam dia tahu bahwa keridhaan manusia
merupakan tujuan yang tidak karuan,yang kadang-kadang bisa mendatangkan
kemurkaan Allah.Sabda Rasulullah SAW,
“Barangsiapa mencari keridhaan
Allah dengan kemurkaan manusia,maka Allah mencukupkan dirinya dari pertolongan
manusia, dan barang siapa mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah,
maka Allah menyerahkan dirinya kepada manusia.’(HR.At-Tirmidzy)
Jadi
,apapun yang terjadi tetep sob ..hidup itu cumak buat mencari ridho Allah
,nggak ada yang lain.Kalau toh dapet ridho yang lain itu berarti keuntungan
dari usaha kita mencapai ridho Allah sob..
Mencerminkan
Makna Ubudiyah kepada Allah
Wanita
Muslimah yang menyadari petunjuk agamanya tentu yakin seyakin-yakinnya bahwa
dia diciptakan dalam kehidupan dunia ini untuk suatu tujuan yang besar,seperti
yang telah dibatasi Allah dalam firman-Nya,
“Dan ,Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”(Adz-Dzariyat:56)