Teman masa kecilku..
Dulu kita selalu bersama semasa kecil,bermain bersama, makan bersama bahkan hingga menambah tiga kali karena makanan tersebut dibagi bertiga aku, kamu , dan fika. Sejak kecil aku selalu ingin menjadi spesies sepertimu. Haha...
Itu karena aku tidak tahu apa-apa, yang aku tahu hanyalah ketika menjadi perempuan aku tidak punya teman, karena teman perempuan sangat menyebalkan bahkan aku selalu dibuat menangis oleh mereka , karena mereka tidak mau bermain dengan anak yang tidak seumuran dengan mereka, begitu pula dengan kakakku dia sangat membenciku meski sampai sekarang. hehe...
Dulu ketika aku terjatuh saat bersama, kamu pasti lari karena takut di marahi. Kamu selalu mengajari aku mengumpat sampai ketika dirumah aku dimarahi habis-habisan oleh ibuku. Kamu selalu melempar rumah tetangga kita dengan batu, kemudian mengolok-olokinya dengan sebutan "mengguk", yang mana aku baru tahu artinya adalah asma.Dan parahnya aku ikut-ikutan perbuatanmu itu. Hingga, tetangga kita yang kita panggil "mengguk" itu marah dan memarahi orang tua kita masing-masing. Dikira orang tua kitalah yang mengajari. Aku juga tidak tahu darimana kita mendapatkan kata mengguk itu, yang jelas aku hanya ikut-ikutan.
Masa kecil kita memang tidak bahagia. Kita hidup dalam keluarga yang sangat sederhana. Hanya kelakarlah yang menjadi bahan untuk bahagia. Tidak seperti anak-anak lain yang mana ketika minta apa-apa selalu dituruti tapi berbeda dengan kita , ketika kita meminta sesuatu pasti sulit terkabul oleh orang tua. Tentu saja itu tidak enak.
Sekarang kita sudah sama-sama remaja, umurku sudah 20 tahun,..hehe kayaknya aku lebih tua.
Kita menjalani hidup masing-masing semenjak aku masuk madrasah. Aku tidak pernah main kerumahmu begitu pula kamu tidak pernah main kerumahku. Karena kita berbeda.
Ya, memang aku juga terlalu banyak belajar, sehingga tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman disekitar rumahku.
Meski aku sudah besar, dan kamu juga masih dirumah, aku jarang sekali menyapamu, bahkan melihat wajahmu. Bukannya aku sombong, tapi aku hanya pangling dengan penampilanmu, sekarang kamu menggunkan anting, rambutmu ada jambulnya, sementara aku tidak bisa melihat wajah orang dari jauh sekitar 1-2 meter , harus dari dekat baru bisa mengenali wajah orang. Maaf ya..
Kadang aku merasa sangat bersalah mengapa kita sangat berbeda..
Padahal, kita sama-sama muslim..
Kata guru ngajiku kalau sesama muslim itu harus mengingatkan, tetapi aku tidak berani mengingatkan siapapun karena aku sendiripun masih banyak cacat dimana-mana..
Kata kakakku saja, aku sangat menyebalkan..entah karena uang atau karena apa dia bersikap seperti itu yang jelas, tidak enak di rumah menjalani kehidupan yang tidak akur dengan kakak sendiri, meskipun berkali-kali ku katakan aku sayang padanya. Tetapi tidak mempan.
Ketika aku dirumah dia selalu menanyakan kapan balik ke solo??
menyebalkan sekali. Tetapi ketika aku di solo , dia selalu bilang aunty kapan pulang nanti jangan lupa roti pisangnya ya...
Dia selalu menitip sesuatu ketika aku hendak pulang, seolah-seolah lupa kalau aku adalah mahasiswa yang tidak kerja, dan sehari-hari hanya makan tempe, sampai bosann..
Aku tidak tahu bagaimana ceritamu, kamu sangat abstrak sekali..
aku tidak tahu bagaimana kabarmu sekarang, apakah kamu senang, sedih,
yang jelas, kalau kamu memiliki semangat hidup yang tinggi berarti sedang bahagia.. :D
Teruntuk teman masa kecilku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar